BATAM – DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Batam melalui Bidang Tenaga Kerja menggelar pelatihan AutoCAD di Kantor DPD PKS Kota Batam pada 7, 8, dan 14 November 2026.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian PKS terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya dalam mempersiapkan tenaga kerja lokal agar mampu bersaing di tengah ketatnya persaingan dunia kerja di Kota Batam.
Ketua DPD PKS Kota Batam, Yusuf, saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, partai politik seharusnya tidak hanya hadir di tengah masyarakat menjelang momentum pemilihan umum, tetapi juga harus memberikan kontribusi secara berkelanjutan melalui berbagai program yang bermanfaat.
“Kami ingin hadir bersama masyarakat sepanjang masa, bukan hanya menjelang perhelatan politik lima tahunan. Karena itu, kami berupaya menghadirkan berbagai program, mulai dari kegiatan sosial, pendidikan, pembinaan karakter hingga pelatihan keterampilan,” ujarnya.
Menurut Yusuf, membangun Kota Batam tidak selalu harus dimaknai dengan pembangunan fisik. Peningkatan kualitas manusia juga merupakan bagian penting dari upaya membangun daerah.
Ia mencontohkan sejumlah program sosial yang telah dilakukan PKS Batam, termasuk penggalangan donasi untuk membantu Pondok Pesantren An-Ni’mah di Dapur 12, Sagulung, yang beberapa waktu lalu mengalami musibah kebakaran asrama.
Selain kegiatan sosial, PKS juga berupaya mengambil peran dalam pengembangan kapasitas masyarakat melalui program pelatihan dan pembinaan generasi muda.
Yusuf menilai, pelatihan AutoCAD menjadi salah satu program strategis karena relevan dengan kebutuhan dunia industri dan berbagai sektor pekerjaan di Batam.
Ia menjelaskan, Batam merupakan kota industri, perdagangan, jasa, galangan kapal, serta tujuan investasi yang terus berkembang. Tingginya investasi dan pertumbuhan ekonomi tentu membuka banyak peluang kerja.
Namun, di sisi lain, Batam masih menghadapi persoalan tingginya angka pengangguran.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama. Sebab, besarnya peluang kerja belum sepenuhnya diimbangi dengan kesesuaian kompetensi tenaga kerja yang tersedia.
“Kami pernah melakukan kajian terkait persoalan pengangguran. Salah satu persoalannya adalah link and match antara kebutuhan dunia kerja dengan kemampuan tenaga kerja yang tersedia belum sepenuhnya sesuai,” ungkapnya.
Akibatnya, sejumlah peluang kerja di Batam justru diisi oleh tenaga kerja dari luar daerah karena persaingan untuk mendapatkan pekerjaan semakin ketat.
Karena itu, Yusuf mengingatkan masyarakat agar terus meningkatkan kemampuan dan keterampilan melalui pelatihan maupun pendidikan tambahan.
Ia mengapresiasi peserta yang mengikuti pelatihan AutoCAD, terlebih sebagian besar di antaranya diketahui telah bekerja tetapi masih memiliki semangat untuk meningkatkan kompetensi diri.
“Ini luar biasa. Walaupun sudah bekerja, masih memiliki keinginan untuk meningkatkan keterampilan. Semangat seperti inilah yang perlu kita dorong bersama,” katanya.
Yusuf juga menilai kemampuan mengoperasikan AutoCAD memiliki peluang besar untuk menunjang karier karena keterampilan tersebut dibutuhkan dalam berbagai bidang pekerjaan, seperti konstruksi, desain bangunan, perkapalan, dan sektor industri lainnya.
Ia berharap peserta tidak hanya mengejar sertifikat sebagai bukti telah mengikuti pelatihan, tetapi benar-benar mengutamakan penguasaan materi dan peningkatan kemampuan teknis.
Kepada instruktur, Yusuf menyarankan agar pelatihan dilengkapi dengan evaluasi atau post-test untuk mengukur perkembangan kemampuan peserta, mulai dari sebelum mengikuti pelatihan hingga setelah seluruh materi diberikan.
Hasil evaluasi tersebut nantinya dapat menjadi bahan penilaian untuk mengetahui materi yang sudah dikuasai maupun bagian yang masih perlu ditingkatkan.
“Dari awal sampai akhir harus ada ukuran peningkatannya. Jadi kita bisa mengetahui peserta yang sebelumnya belum bisa, setelah mengikuti pelatihan sudah sampai di mana kemampuannya. Ini juga menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas program ke depan,” jelasnya.
Ia menegaskan, sertifikat dan ijazah tetap penting sebagai dokumen pendukung dalam dunia kerja. Namun, keterampilan nyata merupakan modal utama yang harus dimiliki seseorang agar mampu menjawab kebutuhan industri.
Melalui pelatihan tersebut, DPD PKS Kota Batam berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia industri, sehingga mampu meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal sekaligus berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam.***
Tags: pelatihan AutoCad, PKS, Yusuf





