BATAM – Di tengah perjuangan panjang menghadapi ujian kesehatan, keluarga Bu Tri Listyoningsih terus berupaya bertahan dengan kesabaran dan harapan. Sejak suaminya, Nanang (50), mengalami kecelakaan kerja pada 2024 yang mengakibatkan kelumpuhan, kehidupan keluarga ini berubah dan harus diwarnai dengan berbagai proses pengobatan serta perawatan.
Melihat kondisi tersebut, Dewan Pengurus Ranting (DPRa) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sei Binti, hadir memberikan dukungan melalui penyaluran Dana Ta’awun kepada keluarga Bu Tri.
Penyerahan bantuan berlangsung di Perumahan Griya Permai, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan tersebut dipimpin Ketua DPRa PKS Sei Binti, Erizal, bersama Ketua Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Sei Binti, Atina.
Bantuan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian dan solidaritas kader PKS terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan, khususnya keluarga yang membutuhkan dukungan dalam menjalani proses pengobatan.
Di balik penyerahan bantuan tersebut, tersimpan kisah perjuangan keluarga Bu Tri yang tidak mudah. Suaminya, Nanang, mengalami kecelakaan kerja pada 2024 hingga menyebabkan patah tulang belakang dan kelumpuhan.
Sejak kejadian itu, Nanang harus menjalani serangkaian tindakan medis. Operasi pertama dilakukan pada bagian otak, kemudian dilanjutkan dengan operasi tulang belakang beberapa minggu setelahnya.
Kondisinya yang sempat mengalami gangguan pernapasan membuat Nanang harus menggunakan alat trakeostomi untuk membantu proses bernapas. Namun, seiring perkembangan kesehatannya, alat bantu tersebut kini sudah dapat dilepas.
Perjuangan menjalani pengobatan belum berakhir. Pada 29 Oktober 2026, Nanang kembali menjalani operasi di Rumah Sakit Mutiara Aini untuk menangani abses di bagian dada.
Selain itu, akibat kondisi kelumpuhan yang dialaminya, hingga kini Nanang masih membutuhkan kateter untuk membantu proses pengeluaran urine.
Situasi tersebut membuat Bu Tri harus menjalani peran yang tidak ringan. Ia setia mendampingi suaminya melewati berbagai tahapan pengobatan, mulai dari operasi, perawatan hingga pemulihan.
Waktu, tenaga, pikiran, dan biaya menjadi bagian dari perjuangan yang harus dihadapi keluarga ini. Namun, di tengah berbagai keterbatasan, harapan untuk kesembuhan Nanang tetap terjaga.
Kehadiran DPRa PKS Sei Binti melalui Dana Ta’awun diharapkan tidak hanya membantu meringankan beban keluarga, tetapi juga menjadi penguat moral bahwa mereka tidak sendirian menghadapi ujian tersebut.
Dana Ta’awun sendiri menjadi wujud semangat saling membantu dan menguatkan antarsesama. Kepedulian seperti ini menunjukkan bahwa solidaritas sosial dapat hadir melalui langkah sederhana, tetapi memiliki makna besar bagi keluarga yang sedang membutuhkan.
Bagi Bu Tri dan Nanang, perhatian dan dukungan dari lingkungan sekitar tentu menjadi energi tersendiri untuk terus menjalani hari-hari penuh perjuangan.
Harapan akan kesembuhan pun terus dipanjatkan. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan kesabaran kepada Bu Tri, serta mengangkat penyakit yang dialami Nanang, memudahkan seluruh proses pengobatannya, dan memberikan kesembuhan terbaik.
“Sebab, di balik setiap ujian panjang, selalu ada harapan yang layak diperjuangkan. Dan terkadang, kepedulian dari sesama menjadi pengingat bahwa tidak seorang pun harus menghadapi kesulitannya sendirian,” kata Erizal di akhir pertemuan.***





