Semarak Hari Ibu, RKI Batam Menguatkan Peran Ayah dari Lapangan Sentosa

BATAM – Pagi itu, Lapangan Sentosa Perdana di kawasan Batu Aji terasa berbeda. Di bawah langit cerah Minggu (28/12/2025), tawa anak-anak, langkah ringan para orang tua, dan semangat kebersamaan berpadu dalam satu irama.

Momentum Hari Ibu tak sekadar diperingati, tetapi dirayakan dengan penuh makna oleh Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Kota Batam.

Melalui Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BiPeKa) DPD PKS Kota Batam, didampingi BiPeKa DPW PKS Provinsi Kepulauan Riau, RKI secara resmi meluncurkan Forum Ayah dan mengukuhkan Duta RKI Batam.

Sebuah langkah nyata yang menegaskan bahwa ketahanan keluarga dibangun dari peran ayah dan ibu yang saling menguatkan.

Sejak pagi, suasana hangat sudah terasa. Ratusan keluarga kader PKS dari berbagai penjuru Batam berkumpul, mengikuti jalan santai sebagai penanda diluncurkannya Gerakan 8.000 Langkah.

Gerakan ini bukan sekadar ajakan hidup sehat, tetapi simbol kebersamaan keluarga yang dimulai dari langkah-langkah kecil namun konsisten.

Keceriaan berlanjut saat senam pagi bersama dipandu instruktur Roni Gumilang. Musik ceria, gerakan energik, dan gelak tawa anak-anak menjadikan lapangan itu ruang kebahagiaan keluarga. Ayah, ibu, dan anak bergerak bersama, tanpa sekat, tanpa jarak.

Di tengah suasana penuh keakraban tersebut, Ketua BiPeKa DPD PKS Batam, Juwita Purnamasari, menyampaikan pesan penting tentang makna keluarga. Menurutnya, keluarga adalah fondasi utama dalam membangun masyarakat yang tangguh dan berdaya.

“Peran ayah dan ibu tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Keduanya harus saling melengkapi dan bersinergi dalam mendidik anak-anak. Keluarga yang kuat akan melahirkan generasi yang berkualitas,” ujar Juwita.

Puncak acara ditandai dengan pelantikan Zenal Satiawan sebagai Ketua Forum Ayah Batam dan pengukuhan Nuriati sebagai Duta RKI Batam.

Amanah ini bukan sekadar simbol, melainkan tanggung jawab untuk menjadi penggerak perubahan menghidupkan peran ayah dalam pengasuhan dan menyebarkan nilai-nilai ketahanan keluarga di tengah masyarakat.

Sorak bahagia semakin terasa saat panitia membagikan berbagai doorprize menarik. Hadiah-hadiah kecil itu menambah semarak, namun kebersamaan dan semangat yang terbangun menjadi hadiah terbesar bagi seluruh peserta.

Menjelang siang, acara ditutup dengan ramah tamah dan sesi foto bersama. Senyum yang terabadikan menjadi saksi komitmen bersama: membangun keluarga Indonesia yang harmonis, tangguh, dan berdaya dimulai dari rumah, dari ayah dan ibu, dari cinta yang terus dijaga.***