Jika 1 Spanduk Kita = 100 Spanduk Lawan, Maka Inilah Cara Memenangkan PKS dan AMIN

Oleh: Muhammad Zulkifli

Pemilu hanya tinggal menghitung minggu. Kita sudah masuk area perang gagasan. Ini bukan lagi saatnya untuk berencana, tapi saatnya menjalankan rencana.

, banner, pamflet sudah disebarluaskan. Kampanye door to door juga sedang dijalankan. Optimasi media sosial sudah digerakkan. Tinggal kita maksimalkan ikhtiar langit.

Kita percaya bahwa pemilu bukan sekedar pesta demokrasi. Karena faktanya, tidak ada unsur pesta dalam penyelenggaraan pemilu khususnya 2024 ini.

Penguasa menggunakan infrastruktur kekuasaannya untuk memenangkan capres cawapres hasil cawe-cawe.

Partai pemenang pemilu berusaha memberdayakan pejabat kepala daerah dari partainya untuk membantu memenangkan pasangan yang diusungnya.

Segala rencana melalui penguasaan instrumen pemilu seperti , MK, kepolisian dikerahkan untuk memenangkan capres tertentu. Indonesia darurat rasa jujur.

bukan saja harus memenangi pemilu dan menembus target 15 persen, tapi WAJIB untuk MENANG. Banyak masyarakat yang menaruh harapan besar pada , maka jadi kewajiban kita untuk memenangkan .

Bagaimana cara memenangkan kalau lawan kita menggempur dengan guyuran modal kampanye yang masif?

Jawabannya: jadilah orang yang sabar.

Kita harus sabar karena kita butuh pertolongan Allah.

Apa saja ciri orang sabar yang terdapat dalam Al Qur'an?

Pertama, kalau ditimpa siksaan, balas dengan yang setara. Tapi kalau bersabar lebih baik. (An Nahl: 126)

Sudah capek-capek pasang banner, pasang , besoknya malah dicopot orang dan diganti gambar caleg lain. Tidak perlu membalas dengan mencopot punya orang lain tetapi cukup cari tempat lain.

Kedua, tidak tergoda iming-iming duniawi (Al Kahfi:28).

Hidup lagi capek-capeknya, tiba-tiba timses partai lain menawarkan amplop dan diajak pindah dukung caleg partai lain. Jangan tergoda, tetap istiqomah mendukung PKS.

Ketiga, abaikan kata-kata negatif dari orang lain. (Ash-Shad:17)

“Ngapain dukung PKS, partai yang gak ada duit!”

“PKS itu jualan agama!”

“PKS itu anti Indonesia, pendukungnya kadrun semua. Lo kadrun ya?”

Kalau sering mendengar kata-kata seperti itu, hiraukan saja. Kita sadar dan kita merasakan sendiri PKS tidak seperti itu. Jangan berdebat kecuali debat rasional atau memang ditugaskan untuk itu, misalnya jadi juru debat nasional.

Apa yang terjadi jika kita punya minimal 3 ciri kesabaran di atas?

Kalau kita selalu bersemangat dalam jihad politik ini, dan termasuk orang yang bersabar, maka kata Allah, kita bisa mengalahkan 200 musuh.

“Kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh.” (Al Anfal:65)

20:200 atau 1:100.

Dalam “dunia ”, maka 1 yang dipasang oleh kader PKS yang penuh semangat dan memiliki ciri kesabaran di atas maka efeknya sama seperti 100 yang dipasang lawan. Analoginya, jika 100 spanduk lawan hanya menghasilkan 1 pemilih, maka 1 spanduk PKS bisa menghasilkan 100 pemilih.

Bagaimana kalau kader PKS tersebut adalah orang yang ogah-ogahan berlelah lelah pasang spanduk? Malas dan lemah dalam semangat berjuang? Gak masalah. Tetap punya dampak, selama sifat-sifat sabar tadi masih melekat dalam hatinya.

_”….dan Dia mengetahui bahwa pada kalian ada *kelemahan.* Maka jika ada di antara kalian seratus orang yang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang….”_ *(Al Anfal:66)*

Bedanya, perbandingannya menjadi 100:200 atau 1:2. Artinya, 1 spanduk PKS sama nilainya dengan 2 spanduk lawan.

Apa yang didapat bagi orang yang sabar?

Allah akan memberikan kabar gembira, petunjuk, berkah, dan rahmat-Nya (Al-Baqarah: 155-157).

Kabar gembira, misalnya yang masih nganggur tiba-tiba ada tawaran kerja. Yang punya hutang tiba-tiba ada jalan rezeki untuk melunasi.

Petunjuk, misalnya yang tadinya kebingungan milih jenjang pendidikan tiba-tiba diberi sinyal tentang jurusan terbaik. Yang masih lajang tiba-tiba ditunjukin calon suami/istri yang terbaik.

Berkah, misalnya gajinya UMP Jateng tapi bisa beli berbagai barang kebutuhan tanpa menyicil. Atau meski jam kerja padat tapi selalu ada waktu buat keluarga.

RahmatNya, misalnya selalu ditolong Allah dalam setiap masalah, selalu dilindungi Allah ketika ada orang yang berniat kurang baik.

Maka teruslah menjadi orang sabar, karena

…..”Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas” (Az-Zumar: 10).***

Tags: , , ,